Lulus Kuliah, Bekerja Atau Berbisnis? Kenali Plus Minusnya

  • Whatsapp
Pilih-Usaha-atau-Kerja-setelah lulus
banner 468x60

Setelah lulus, apakah lebih baik bekerja di perusahaan atau berbisnis sendiri?

Semua ada plus dan minusnya, jadi, manakah yang nantinya lebih pas untuk Anda?



Menjadi Pegawai

Kelebihan menjadi karyawan / pegawai:

Menjadi pegawai ada banyak juga keuntungannya. Pegawai biasanya bekerja hanya saat ada di tempat kerja. Setelah jam bekerja selesai, ada kebebasan waktu untuk keluarga.

Keuntungan lain, ada gaji tetap. Jika sudah menjadi pegawai tetap, apalagi pegawai BUMN, BUMD ataupun PNS, maka “keamanan” kerja lumayan jelas.

Yang pasti, jika tidak melanggar aturan, tidak ada PHK atau resesi.

Gaji juga akan diterima setiap bulannya. Membayar cicilan rumah, mobil dan sebagainya akan terasa lebih mudah karena penghasilan bisa dihitung.

Pegawai bisa meningkatkan kompetensinya secara gratis. Jika perusahaan bersangkutan besar, training serta pendidikan bahkan bisa diberikan hingga keluar negeri. Dan, dengan biaya perusahaan.

Kenaikan kompetensi gratis ini biasanya nanti berimbas juga ke kenaikan karir. Jika terjadi seperti itu, maka pegawai bersangkutan akan untung 2 kali.

Andaikata dia keluar dan mendaftar ditempat berbeda, “harganya” menjadi lebih mahal.

Kekurangan menjadi pegawai / karyawan:

Kenaikan gaji tergantung perusahaan dan biasanya, kecuali karir cepat sekali meningkat, kenaikan gaji juga lama meningkat. Biasanya, kita berharap 10% kenaikan pertahun. Itu angka normal jika tidak naik pangkat.

Menjadi pebisnis

Menjadi pebisnis bisa kita bagi menjadi dua supaya mudah. Yang pertama menjadi profesional, yang kedua menjadi menjadi pebisnis dengan karyawan.

pilihan bekerja atau bisnis setelah lulus

Menjadi profesional mandiri

Kelebihan menjadi profesional mandiri

Profesional mandiri disini adalah seperti dokter yang berpraktek pribadi atau apoteker yang membuka apotek sendiri.

Bisa juga seorang pengacara yang menyediakan layanan konsultan dan pendampingan hukum. Bisa juga 3 atau lebih pengacara bergabung mendirikan firma hukum.

Baca Juga :   Tips Berbisnis Catering Untuk Pemula

Atau, bisa juga arsitek yang membuka konsultasi untuk membangun rumah atau gedung bagi kita.

Meskipun, setelah berkembang, para profesional ini akhirnya juga menjadi pemilik usaha juga jika kemudian merekrut karyawan.

Keuntungan menjadi profesional mandiri

Keuntungannya adalah bisa memilih jam kerja resmi agak bebas. Meskipun, tidak bisa bebas betul karena memiliki klien, pasien dan lain – lain.

Bisa juga, para profesional ini memutuskan untuk berlibur di waktu yang bukan waktu liburan kantor yang normal.

Untuk penghasilan, penghasilan profesional mandiri tergantung kepada kapasitas masing – masing. meskipun, dibanding pegawai bisa lebih besar.

Kekurangan menjadi profesional mandiri

Meskipun tampaknya bisa bekerja dengan jadwal yang diatur sendiri, tetapi, sebenarnya, dalam kenyataannya mereka sangat sibuk.

Seorang konsultan keuangan, pajak atau akuntan mungkin memiliki jam kerja resmi jam 8 pagi sd jam 4 sore. Tetapi, apakah pekerjaan mereka benar – benar selesai jam 4 sore tersebut?

Biasanya sih tidak. Biasanya mereka mesti lembur sampai malam untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal semacam ini, akan terjadi lebih sering dibandingkan dokter yang karyawan rumah sakit atau akuntan yang pegawai perusahaan.

Bagi yang ingin menjadi profesional, kita harus ingat hal semacam ini. Jam kerja kita mungkin hanya dibatasi saat pekerjaan memang telah selesai, dan bukan jam di dinding.

Pemilik perusahaan / pemilik usaha

Pemilik usaha memerlukan keahlian memimpin. Dengan kapasitas ini, pemilik usaha bisa mengarahkan para karyawannya untuk tetap fokus dan produktif.

Keuntungan menjadi pemilik usaha

Keuntungan menjadi pemilik usaha itu jelas.

Jika kita memiliki 5 orang pegawai untuk bengkel, berapa kendaraan yang bisa kita selesaikan setiap hari?

Jika bekerja sendiri, berapa kendaraan yang mungkin kita tangani sendirian?

Baca Juga :   Tak Banyak Diketahui, Ini jenis Investasi Rendah Resiko

Untuk perusahaan garmen misalnya. Jika marketing kita tangani sendirian, berapa yang kita bisa dapatkan. Jika menjual seragam sekolah kita lakukan sendiri, berapa sekolah yang bisa kita dapatkan?

Jika dilakukan oleh tim kita sebanyak 10 orang, berapa potensi penjualan yang bisa kita raih? Berapa sekolah yang bisa kita tawarkan kerjasama untuk membuat seragam. Berapa kantor BUMN, kantor pemerintah dan klub bola yang bisa kita tawari produk kita?

Keuangan kita akan bertambah secara ( sangat ) signifikan jika marketing dikerjakan 10 orang lebih banyak. Jika produksi juga dikerjakan 10 orang lebih banyak. Inilah gunanya memiliki perusahaan.

Tetapi, karena itu pula pemilik perusahaan memerlukan kapasitas kepemimpinan yang besar. Plus, harus pintar dalam pemasaran. Ya, kalau tidak bisa jualan, mau laku gimana produk atau jasanya?

apa yang bagus pilih bekerja atau berbisnis setelah lulus

Kekurangan menjadi pebisnis

Jika bicara bengkel, mungkin jam kerja akan terbatas karena pekerjaan bengkel melibatkan pekerjaan fisik cukup melelahkan. Tetapi, untuk pekerjaan lain, belum tentu seperti itu.

Bayangkan Anda seorang dokter yang memiliki klinik. Apalagi klinik ini punya ruang rawat inap dan buka 24 jam. Apakah jam kerja Anda berhenti saat jam 4 sore?

Pemilik usaha selalu memikirkan usahanya saat para pegawai pulang. Mereka berfikir ( dan juga masih bekerja ) bagaimana supaya bisa terus membayar para pegawai. Bagaimana supaya perusahaan tetap tumbuh. bagaimana cara mendelegasikan pekerjaan dengan cara yang efisien dan sebagainya.

Jika iklim bisnis lesu, mereka yang paling terpengaruh. Mereka masih harus membayar gaji padahal penghasilan berkurang. Plus, jarang ada pegawai mereka yang akan benar – benar berfikir bagaimana caranya perusahaan bisa benar – benar bangkit lagi. Jadi, hampir semua beban akan kembali ke pemilik perusahaan.

Baca Juga :   Kesalahan dalam Membeli Properti - Jangan Ditiru Ya

Pemilik perusahaan juga dilarang bosan dengan pekerjaan yang menumpuk setiap hari. Seorang karyawan bisa bosan dengan pekerjaannya. Ia bisa saja keluar pekerjaan sewaktu – waktu. Tetapi, jika pemilik perusahaan bosan dengan pekerjaannya, perusahaan dan pegawainya mau kemana?

Jadi, mau pilih mana? mau menjadi karyawan, profesional atau pemilik perusahaan?

Semua tentunya tergantung kondisi kita saat ini dan tujuan Anda kedepan. Plus, tergantung juga kepada keberanian dan soft skill Anda.

Menjadi pebisnis yang punya karyawan memang memiliki potensi penghasilan terbesar. Tetapi, tantangan yang ada juga paling besar. Jika Anda merasa siap, silahkan dikerjakan dengan kesungguhan.

Tetapi, jangan berfikir menjadi pebisnis / berbisnis sendiri hanya karena bosan dengan pekerjaan kantor.

Jika keluar dan mendirikan bisnis sendiri, apa jaminan nantinya tidak bosan juga?

Padahal, tantangannya ( jauh ) lebih berat.

Tetapi, jika memang sudah menjadi hasrat atau passion Anda, memiliki bisnis memang secara potensial paling menjanjikan dari sisi keuangan. Salam sukses!

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *